Archive for » Januari, 2015 «

Sosial Budaya Provinsi Jawa Timur

TUGAS IV

SOSIAL BUDAYA PROVINSI JAWA TIMUR

 Kebudayaan Jawa Timur

Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi. Lihat selengkapnya

Sosial Budaya Provinsi Bali

TUGAS III

SOSIAL BUDAYA PROVINSI BALI

  1. BAHASA

Bali berasal dari kata “Bal” dalam bahasa Sansekerta berarti “kekuatan” dan “Bali” berarti “Pengorbanan” yang berarti supaya kita tidak melupakan kekuatan kita, supaya kita selalu siap untuk berkorban.Bahasa Bali adalah sebuah bahasa Austronesia dari cabang Sundik dan lebih spesifik dari anak cabang Bali-Sasak. Bahasa ini terutama dipertuturkan di pulau Bali, pulau Lombok bagian barat, dan sedikit di ujung timur pulau jawa. Di Bali sendiri bahasa Bali memiliki tingkatan penggunaannya, misalkan ada yang disebut Bali Alus, Bali Madya, dan Bali Kasar. Yang halus dipergunakan untuk bertutur formal, misalnya dalam pertemuan di tingkat Desa adat, meminang wanita, atau antara orang berkasta rendah dengan berkasta lebih tinggi. Yang madya dipergunakan di tingkat masyarakat menengah, misalnya pejabat dengan bawahannya, sedangkan yang kasar dipergunakan bertutur oleh orang kelas rendah, misalnya kaum sudra atau antara bangsawan dengan abdi dalemnya. Di Lombok bahasa Bali terutama dipertuturkan di sekitar kota Mataram, sedangkan di pulau Jawa bahasa Bali terutama dipertuturkan di beberapa desa di kabupaten Banyuwangi. Selain itu bahasa Osing, sebuah dialek Jawa khas Banyuwangi juga menyerap banyak kata-kata Bali, Misalkan sebagai contoh kata osing yang berarti “tidak” diambil dari bahasa Bali tusing, Bahasa Bali dipertuturkan oleh kurang lebih 4 juta jiwa. Lihat selengkapnya

Sosial Budaya Provinsi Jambi

TUGAS II

SOSIAL BUDAYA PROVINSI JAMBI

UNSUR KEBUDAYAAN

  1. Sistem Agama

Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama Islam, yang kemudian disusul dengan agama Budha dan Kristen protestan. Mungkin ini juga karena dipengaruhi oleh warga pendatang yang datang ke Jambi yang kebanyakan berasal dari keturunan Cina atau TiongHoa.

  1. Sistem Bahasa

Bahasa Jambi adalah salah satu anak cabang bahasa Austronesia yang digunakan khususnya di wilayah Jambi bagian selatan, Provinsi Riau. Ada dua kontroversi mengenai bahasa Jambi dengan Melayu. Sebagian pakar bahasa menganggap ini sebagai dialek melayu karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan didalamnya. Sedangkan yang lain justru beranggapan, bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu. Lihat selengkapnya

Sosial Budaya Provinsi Jawa Barat

TUGAS I

SOSIAL BUDAYA PROVINSI JAWA BARAT

Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Karena letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara maka hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. 65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyak dijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat, Suku Betawi banyak mendiami daerah bagian barat yang bersempadan dengan Jakarta. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiami Kota-kota besar di Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, dan Depok. Sementara itu Orang Tionghoa banyak dijumpai hampir di seluruh daerah Jawa Barat. Lihat selengkapnya